Palembang Jadi Pusat Pertemuan Akademisi Fisika Indonesia dalam Seminar Nasional Fisika–Pendidikan Fisika 2026 dan Pertemuan Physical Society of Indonesia (PSI) Cabang Sumbagsel
Palembang – Kota Palembang kembali menjadi pusat kegiatan ilmiah nasional dengan terselenggaranya Seminar Nasional Fisika–Pendidikan Fisika 2026 yang dirangkaikan dengan Pertemuan Physical Society of Indonesia (PSI) Cabang Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) pada Sabtu, 11 Juli 2026, di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang. Mengusung tema “Energi, Teknologi, dan Fisika: Pilar Utama Kehidupan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan akademisi, peneliti, dosen, guru, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat kolaborasi, berbagi hasil penelitian, serta merumuskan inovasi dalam pengembangan ilmu fisika dan pendidikan fisika.
Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Ketua Panitia Seminar Nasional, Dr. Suhadi, M.Si. dari UIN Raden Fatah Palembang. Selanjutnya, Ketua PSI Cabang Sumbagsel, Dr. Ketang Wiyono, M.Pd., memberikan sambutan sekaligus mengumumkan penerima Penghargaan Dosen Berprestasi PSI Cabang Sumbagsel Tahun 2026, sebagai bentuk apresiasi terhadap dosen yang memiliki prestasi unggul dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Semula, Prof. Wahyu Srigutomo, Ph.D., selaku Ketua PSI Pusat dijadwalkan hadir sebagai keynote speaker. Namun karena berhalangan hadir, sambutan sekaligus pembukaan resmi seminar diwakili oleh Prof. Dr. Umiatin, M.Si. yang hadir mewakili Ketua PSI Pusat. Kehadiran perwakilan PSI Pusat juga menjadi bukti dukungan organisasi profesi terhadap pengembangan komunitas fisika di kawasan Sumatera Bagian Selatan.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Program Studi Fisika dan Program Studi Pendidikan Fisika yang tergabung dalam PSI Cabang Sumbagsel. Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan kegiatan ilmiah bersama. Diharapkan kolaborasi tersebut mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempercepat lahirnya inovasi di bidang fisika maupun pendidikan fisika.
Memasuki sesi utama seminar nasional, para peserta mendapatkan kesempatan mengikuti paparan dari sejumlah pakar fisika dan pendidikan fisika dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Narasumber yang hadir antara lain Prof. Dr. Muhammad Irfan, M.T. dari Universitas Sriwijaya, Prof. Drs. Maison, M.Si., Ph.D. dari Universitas Jambi, Prof. Dr. Iwan Setiawan, M.Si. dari Universitas Bengkulu, Dr. Hamdi Akhsan, M.Si. dari Universitas Sriwijaya, Dr. M. Jhony, M.Pd. dari UIN Raden Fatah Palembang, Effendi, S.Pd.Si., M.Pd. dari Universitas Nurul Huda OKU Timur, serta Melda Taspika, Ph.D. dari UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Para narasumber membahas berbagai isu strategis yang mencakup fisika material, energi dan lingkungan, biofisika, hingga inovasi pembelajaran fisika yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi masa kini. Setelah sesi pemaparan, peserta mengikuti diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Selain seminar nasional, kegiatan ini juga menjadi momen istimewa dengan diumumkannya penerima Penghargaan Dosen Berprestasi Physical Society of Indonesia (PSI) Cabang Sumbagsel Tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada dosen yang menunjukkan kinerja unggul dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu fisika dan pendidikan fisika. Penghargaan diberikan dalam enam kategori, yaitu Guru Besar, Lektor Kepala, Lektor, Asisten Ahli, Tenaga Pengajar, dan Dosen Muda Berdedikasi pada PSI Cabang Sumbagsel.
Pada kategori Guru Besar, penghargaan Terbaik I diraih oleh Prof. Drs. Maison, M.Si., Ph.D. dari Universitas Jambi, disusul Prof. Dr. Ida Sriyanti, S.Pd., M.Si. dari Universitas Sriwijaya sebagai Terbaik II, serta Prof. Dr. Iwan Setiawan, S.Si., M.Sc. dari Universitas Bengkulu sebagai Terbaik III. Pada kategori Lektor Kepala, penghargaan diberikan kepada Dr. Hamdi Akhsan, M.Si. dari Universitas Sriwijaya sebagai Terbaik I, Dr. Rendy Wikrama Wardana, M.Pd. dari Universitas Bengkulu sebagai Terbaik II, dan Supiyati, S.Si., M.Si. dari Universitas Bengkulu sebagai Terbaik III. Sementara itu, kategori Lektor menobatkan Wawan Kurniawan, S.Si., M.Cs. dari Universitas Jambi sebagai Terbaik I, Dr. Melly Ariska, S.Pd., M.Sc. dari Universitas Sriwijaya sebagai Terbaik II, dan Dr. Fitri April Yanti, M.Pd. dari Universitas Bengkulu sebagai Terbaik III.
Pada kategori Asisten Ahli, penghargaan diberikan kepada Widayanti, M.Pd. dari Universitas Nurul Huda sebagai Terbaik I, Indah Puspita, S.Si., M.Si. dari Universitas Bangka Belitung sebagai Terbaik II, dan Melda Taspika, S.Si., M.Si., Ph.D. dari UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sebagai Terbaik III. Pada kategori Tenaga Pengajar, penghargaan diberikan kepada Nilam Cahyati, S.Pd., M.Sc. dari Universitas Sriwijaya sebagai Terbaik I dan Liyana Mardova, S.Si., M.Si. dari Universitas Nurul Huda sebagai Terbaik II. Sementara kategori Dosen Muda Berdedikasi pada PSI Cabang Sumbagsel menempatkan Faizatul Mabruroh, M.Pd. dari UIN Raden Fatah Palembang sebagai Terbaik I, Evelina Astra Patriot, M.Pd. dari Universitas Sriwijaya sebagai Terbaik II, dan Fibrika Rahmat Basuki, M.Pd. dari UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sebagai Terbaik III. Seluruh penerima penghargaan berhak memperoleh piagam penghargaan serta berkesempatan diusulkan mewakili PSI Cabang Sumbagsel pada ajang penghargaan atau kompetisi tingkat nasional.
Usai istirahat siang, kegiatan dilanjutkan dengan sesi paralel yang diselenggarakan secara luring (offline) maupun daring (online). Puluhan pemakalah dari berbagai perguruan tinggi mempresentasikan hasil penelitian terbaru mereka dalam bidang fisika dan pendidikan fisika. Sesi ini menjadi ruang ilmiah yang produktif untuk memperoleh masukan dari moderator maupun peserta lain, sehingga mampu meningkatkan kualitas penelitian dan membuka peluang kolaborasi lintas institusi. Setiap pemakalah memperoleh alokasi waktu selama 15 menit untuk presentasi dan diskusi.
Penyelenggaraan Seminar Nasional Fisika–Pendidikan Fisika 2026 dan Pertemuan PSI Cabang Sumbagsel diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem riset dan pendidikan fisika di Indonesia, khususnya di kawasan Sumatera Bagian Selatan. Melalui forum ilmiah ini, para akademisi tidak hanya berbagi pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga membangun jejaring kolaborasi yang lebih luas untuk menghasilkan inovasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, profesionalisme, dan pengembangan ilmu pengetahuan, kegiatan ini diharapkan terus menjadi agenda strategis tahunan yang mendorong kemajuan fisika Indonesia dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di masa depan.






















