FKIP dan FMIPA Universitas Bengkulu menggelar Seminar Nasional Fisika 2025 dengan tema Transformasi Pendidikan dan Riset Fisika di Era Society 5.0 dan Artificial Intelligence dalam Menjawab Tantangan Global

Bengkulu, 28 Juni 2025 — Seminar Nasional Fisika 2025 sukses digelar secara daring melalui platform Zoom oleh Perhimpunan Fisika Indonesia (PSI) Cabang Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bekerja sama dengan FKIP dan FMIPA Universitas Bengkulu. Mengangkat tema “Transformasi Pendidikan dan Riset Fisika di Era Society 5.0 dan Artificial Intelligence dalam Menjawab Tantangan Global”, acara ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat jejaring ilmiah dan kolaborasi riset lintas institusi di Indonesia.

Kegiatan ini dimotori oleh Jurusan Fisika dan Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Bengkulu, dengan dukungan penuh dari PSI Sumbagsel. Melalui seminar ini, panitia mengajak komunitas akademik untuk merespons tantangan zaman—khususnya dalam transformasi pendidikan dan riset fisika—dengan pendekatan teknologi cerdas dan nilai-nilai ilmiah yang etis.

Seminar dilaksanakan pada Sabtu, 28 Juni 2025, pukul 08.00 – 16.00 WIB dan terbagi menjadi tiga sesi utama:

  • Pembukaan: Sambutan dari berbagai tokoh seperti Ketua Panitia Seminar Dr. Iwan Setiawan, Dekan Fakultas MIPA Universitas Bengkulu Prof. Dr. Sal Prima Yudha, Ketua Perhimpunan Fisika Indonesia (PSI) Cabang Sumbagsel Dr. Ketang Wiyono, Ketua Perhimpunan Fisika Indonesia (PSI) Pusat Prof. Wahyu Srigutomo, serta Wakil Rektor IV Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Irfan Gustian. Acara juga dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Universitas Bengkulu dan PSI Sumbagsel, serta mitra jurnal seperti Kumparan, Amplitudo, dan Newton Maxwell.
  • Sesi Pleno: Menampilkan pemaparan dari empat narasumber lintas negara dan institusi:
    1. Assoc. Prof. Sivaraj Ramachandran, Ph.D. (India) – “Heat Transfer Optimization Using Machine Learning”
    2. Dr. Ketang Wiyono, M.Pd. (Universitas Sriwijaya) – “Transformasi Pembelajaran Fisika Berbasis STEM dan AI untuk Melatihkan Keterampilan Abad 21”
    3. Prof. Maison, Ph.D. (Universitas Jambi) – “Integritas Ilmiah dalam Riset Fisika : Membangun Budaya Etis Dalam Penelitian Dan Publikasi”
    4. Prof. Arif Ismul Hadi (Universitas Bengkulu) – “Riset Kebencanaan dan Eksplorasi SDA di Provinsi Bengkulu Untuk Pembangunan Berkelanjutan”
  • Sesi Paralel: Presentasi hasil riset dari 151 pemakalah yang dibagi ke dalam 13 kelompok topik seperti Fisika Material, Fisika Medis, Fisika Energi, Pendidikan Fisika, dan lainnya.

Seminar ini diikuti oleh 151 peserta dari kalangan dosen, peneliti, mahasiswa, hingga pemerhati fisika dari berbagai wilayah Indonesia. Tingginya antusiasme peserta mencerminkan semangat kolaboratif yang kuat dalam menjawab tantangan global melalui fisika.

Dengan berakhirnya rangkaian Seminar Nasional Fisika 2025, komunitas fisika Indonesia menunjukkan komitmennya dalam membangun pendidikan dan riset yang adaptif terhadap perubahan zaman. Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi kolaborasi, inovasi, dan kontribusi nyata fisika bagi masyarakat.